Kemenperin Terus Bersiap Menuju Hannover Messe 2023

Perhelatan pameran teknologi industri dunia Hannover Messe 2023 tinggal menghitung hari. Serangkaian persiapan, salah satunya Technical Meeting bagi Co-Exhibitors, dilaksanakan untuk menyempurnakan keikutsertaan Indonesia sebagai Official Partner Country yang ketiga kalinya. Dalam Hannover Messe 2023 yang akan berlangsung pada 17 hingga 21 April 2023, Indonesia membawa 157 co-exhibitor serta 41 Kementerian/Lembaga di Paviliun Indonesia.

“Kehadiran para pelaku Industri Indonesia dalam Hannover Messe 2023 berperan penting. Kami mengharapkan Para co-exhibitor dapat memanfaatkan secara maksimal momentum status Indonesia sebagai Partner Country pada Hannover Messe 2023,” ujar Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional (Dirjen KPAII) Eko SA Cahyanto pada Technical Meeting II Co-Exhibitor Partisipasi Hannover Messe 2023, Kamis (30/03/2023).

Eko memaparkan, terdapat berbagai rangkaian kegiatan terkait keikutsertaan Indonesia sebagai Official Partner Country, seperti konferensi dan bussiness summit. Selanjutnya, pameran ini juga menampilkan peluang investasi teknologi industri di Indonesia melalui pertemuan-pertemuan business matching dan klinik investasi. “Kami juga berharap dukungan seluas-luasnya bagi kesuksesan acara ini sehingga bisa memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi Indonesia,” imbuhnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memaparkan teknis pelaksanaan kegiatan kepada para co-exhibitor yang terdiri dari Kementerian/Lembaga, BUMN, Kawasan Industri/Kawasan Ekonomi Khusus, lembaga Pendidikan, asosiasi industri, serta perusahaan industri.

Pembukaan Hannover Messe 2023 sendiri diselenggarakan pada tanggal 16 April 2023 di Hannover Congress Centrum (HCC). Kemudian, rangkaian dari Official Program Indonesia diawali dengan pembukaan Paviliun Indonesia pada 17 April 2023 waktu Hannover, yang rencananya dihadiri oleh Presiden RI Joko Widodo dan Kanselir Jerman Olaf Scholz, yang kemudian diikuti dengan pelaksanaan Business Summit antara Indonesia dan Jerman. Business Summit akan dihadiri Ketua KADIN Indonesia serta Chairman and President & Chief Executive Officer of Siemens AG.

Dalam agenda tersebut juga akan digelar diskusi yang menghadirkan pembicara Presiden Komisaris Astra International Prijono Sugiarto dan Chairman of the Board of Executive Directors BASF SE, Martin Brudermüller. Kegiatan Business Summit diikuti dengan penandatanganan MoU antara kedua negara.

Dalam rangkaian kegiatan ini akan dilaksanakan penandatangan beberapa kesepakatan Kerjasama, diantaranya dalam bidang digitalisasi industri dengan skema Government to Government (G to G), yaitu antara Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dengan The Federal Republic of Germany on Cooperation in the Field of Digitalization. Kemudian, kerja sama dalam skema Government to Business (G to B), antara lain hibah mesin penyortiran pangan berbasis sensor dan kecerdasan buatan dan pengembangan pengolahan limbah menjadi energi.

 Untuk skema Business to Business (B to B), beberapa kerja sama yang akan dijalin antara lain dalam hal investasi produksi peralatan medis, joint venture produksi mesin CNC, proyek solar panel, serta manjemen limbah dengan teknologi dan mesin pengolahan limbah untuk mencapai zero waste dan waste to energy.

Selanjutnya, Paviliun Indonesia akan menghadirkan enam tema konferensi yang dilaksanakan pada 18-20 April 2023 waktu Jerman. Tema-tema tersebut meliputi ‘Strengthening Manufacturing Ecosystem by Accelerating Industry 4.0’, ‘Investing in The New National Capital City’, serta ‘Investing in The Manufacturing Sector’. Selanjutnya, ‘Electric Vehicle Ecosystem’, ‘Sustainability & Carbon Neutrality’, dan ‘Investing Human Capital for Industrial Competitiveness’. Rangkaian konferensi ini menghadirkan para narasumber dari kalangan industri serta pemerintah RI.

Untuk eksibisi, Paviliun Indonesia terbagi dalam beberapa zona sesuai dengan Highlight Theme Indonesia Partner Country, yaitu zona A untuk sustainability and energy, zona B sebagai main zone Making Indonesia 4.0, engineered part and solution, sedangkan zona C bagi perusahaan-perusahaan BUMN yang ikut berpartisipasi. Selanjutnya, zona D diperuntukkan bagi investment/industrial park dan human capital, sedangkan zona HM adalah untuk startup and innovation, serta HM Display Categories, yang terdiri dari engineered part and solution, digital ecosystem dan global business/market.Buyung N