Perang Dagang Rontokkan Harga Gandum, Jagung dan Kedele AS

Perang dagang yang dipicu Presiden Donald Trump mulai memakan korban sektor pertanian AS. Harga produk biji-bijian AS merosot tajam akibat munculnya aksi balasan terhadap komoditi pertanian Amerika dan memicu kekhawatiran terjadinya banjir pasok di pasar global.

Harga jagung, gandum, dan kedele di bursa komoditi Chicago terus menurun sejak pertengahan Februari, akibat tekanan lebih lanjut pada minggu ini, menyusul pengumuman China dan Kanada yang menyatakan akan mengenakan berbagai tarif pada makanan AS.

Para trader pun terpaksa harus cepat mengubah outlook mereka karena para mitra dagang utama mengancam memberlakukan tarif bea masuk terhadap komoditi ekspor utama mereka.

Pada Kamis (6/3), Presiden Trump menyatakan akan menunda pengenaan tarif pada sebagian besar barang dari Meksiko selama sebulan. Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick mengatakan, penangguhan itu juga akan diperpanjang untuk Kanada. Namun, Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau mengingatkan bahwa negaranya akan berada dalam perang dagang dengan AS untuk masa depan yang “dapat diduga”.

Harga kontrak berjangka pada kamis sempat melonjak, meski masih jauh di bawah puncak pertengahan Februari. Gandum, yang telah merosot lebih dari 17% dalam tiga minggu, melonjak 2,1% menjadi 5,60 dolar AS/bushel setelah keputusan Trump.

Kontrak jagung, yang nyungsep 9% dalam sebulan terakhir, naik 2,8% menjadi 4,52 dolar AS/bushel. Kedele, yang turun 8% sejak pertengahan Februari, naik 1,5% menjadi 1.017 sen dolar/bushel.

Pemerintah China mengumumkan pada Selasa bahwa mereka akan mengenakan tarif 10% terhadap impor kedele, sorghum, babi, dan sapi dari AS, serta pajak 15% untuk ayam, gandum, jagung, dan kapas.

Sebagai produsen babi terbesar di dunia, China mengimpor lebih dari 40% penjualan kedele AS. Kedele dan jagung digunakan terutama untuk pakan ternak. Kanada juga menetapkan tarif 25% pada biji-bijian, daging, dan produk susu impor AS dengan harapan akan lonjakan pasokan AS.

Meksiko, pasar terbesar untuk jagung AS, mengatakan berencana mengumumkan tindakan balasan mereka sendiri pada akhir pekan ini.

“Jika Meksiko berhenti membeli jagung AS, akan ada kelebihan pasokan, yang akan meningkatkan ketersediaan untuk negara-negara lain,” kata Carlos Mera, kepala komoditas pertanian di Rabobank, “Hal itu akan menekan harga,” katanya seperti dikutip Financial Times.

Tarif balasan ini merupakan tanggapan atas pernyataan Trump bahwa dia akan mengenakan bea masuk 25% pada impor dari Kanada dan Meksiko dan menaikkan tarif pada China menjadi 20%, karena defisit perdagangan pertanian AS mendekati rekor 49 miliar dolar AS tahun ini.

Meksiko adalah pembeli besar gandum AS, yang mereka gunakan terutama untuk penggilingan tepung. Harga juga sudah menurun akibat spekulasi tentang perjanjian perdamaian antara Ukraina dan Rusia yang disponsori Trump. Ukraina adalah salah satu produsen biji-bijian terbesar di dunia.

Perang dagang telah memicu reaksi keras dari petani AS, yang pendapatannya telah merosot dalam tiga tahun terakhir karena harga jatuh dan biaya input seperti pupuk dan bibit meningkat. Mereka juga terkena dampak pembekuan dana dari Undang-Undang Pengurangan Inflasi (IRA) oleh Trump, yang mendukung proyek pertanian berkelanjutan.

“Petani menghadapi lanskap ekonomi yang mengkhawatirkan karena meningkatnya biaya input dan penurunan harga jagung,” kata Kenneth Hartman Jr, presiden Asosiasi Produsen Jagung Nasional. “Kami meminta Presiden Trump untuk segera menegosiasikan perjanjian dengan Meksiko, Kanada, dan China yang akan menguntungkan petani Amerika.”

Departemen Pertanian AS minggu lalu melaporkan peningkatan area tanam jagung yang diproyeksikan menjadi 94 juta acre (sekitar 38 juta hektare), melebihi ekspektasi pasar.

Luas tanam yang lebih besar dari perkiraan membuat para spekulan, yang telah membangun posisi long hampir mencapai rekor untuk komoditi jagung, terpaksa harus membongkar taruhan mereka. Cuaca buruk di Brasil dan Argentina, ditambah dengan Meksiko mempercepat impor jagung sebelum tarif diberlakukan, sebelumnya telah menarik para spekulan (hedge fund) masuk ke pasar.

Andrey Sizov, direktur manajer konsultan biji-bijian SovEcon mengungkapkan skeptimismenya tentang adanya lonjakan pasokan gandum. Namun dia mengatakan, biaya pengiriman yang lebih rendah untuk biji-bijian Ukraina dapat menekan harga. “Premi asuransi yang saat ini dihitung dalam biaya pengiriman sangat besar,” katanya. AI