Perum BULOG telah menyerap 5000 ton gabah kering panen (GKP) untuk wilayah Solo Raya sejak musim panen tiba.
Wakil Pemimpin Cabang BULOG Surakarta, Dicky Yusfarino, menjelaskan, kegiatan penyerapan gabah petani dilakukan melalui pola jemput bola dan kerjasama dengan mitra maklon.
“Penyerapan gabah dilakukan di enam kabupaten dan satu kota, “ ujarnya di Sentra Penggilingan Padi (SPP) Sragen, Jumat (21/03/2025).
Adapun kabupaten dan kota yang termasuk dalam kawasan Solo Raya yang sudah mulai panen raya adalah Boyolali, Sukoharjo, Karanganyar, Wonogiri, Klaten, Sragen dan kota Surakarta.
“Serapan terbanyak berasal dari Sragen dan panen raya biasanya dimulai dari daerah ini, “ papar Dicky.
Dia menjelaskan, gabah yang telah diserap itu, sebagian diolah di SPP Sragen dan sebagian lagi di mitra BULOG.
SPP Sragen, ungkapnya, memiliki mesin pengering yang mampu mengeringkan 120 ton gabah setiap harinya.
Selain itu, di SPP itu juga terdapat mesin penggiling gabah (
rice milling unit) dan tiga silo yang masing -masing mempunyai kapasitas menampung 2000 ton beras.
Sementara itu jurubicara Kantor Komunikasi Kepresidenan, Prita Laura menjelaskan kalau tambahan investasi pemerintah sebesar Rp 16,6 triliun ke BULOG akan memudahkan BULOG menjalankan perintah Presiden untuk membeli gabah petani dengan harga Rp 6.500 perkilogram.
“ Ini membuktikan kepedulian Presiden terhadap nasib petani di dalam negeri’ ujarnya.
Prita juga menyatakan kebijakan pemerintah terhadap petani padi di dalam negeri dapat mendorong terjadinya regenerasi di sektor pertanian, khususnya petani padi. Buyung N


















