Presiden Donald Trump menggemakan kemenangan buat industri dan petani Amerika ketika Indonesia membuka pasar lebar-lebar untuk seluruh produk buatan Amerika tanpa bea masuk alias nol persen. Sementara produk ekspor Indonesia ke pasar Amerika harus dikenakan tarif 19%.
Selain itu, Indonesia juga berkomitmen untuk mengubah serangkaian aturan dan regulasi di bawah kesepakatan perdagangan baru dengan pemerintahan Donald Trump tersebut, demikian rincian perjanjian yang dirilis pada Selasa (22/7).
Presiden Trump pekan lalu mengumumkan dirinya telah mencapai kesepakatan dengan Indonesia, di mana AS memberlakukan tarif bea masuk impor sebesar 19%, sementara Indonesia tidak akan menerapkan tarif pada sebagian besar barang Amerika.
Kedua pihak merilis sebuah “kerangka kerja” tertulis pada Selasa, yang menyatakan bahwa kedua belah pihak “dalam beberapa minggu mendatang… bernegosiasi dan menyelesaikan Perjanjian Perdagangan Timbal Balik”.
Trump telah mengancam untuk menaikkan tarif “timbal balik” kepada mitra dagangnya lagi pada 1 Agustus 2025 kecuali dicapainya kesepakatan. Dari puluhan negara yang menghadapi peningkatan tarif, Washington telah membuat kesepakatan terbatas dengan Inggris, Vietnam, dan Indonesia, serta menyetujui penurunan eskalasi tarif dengan China.
Menurut pernyataan bersama tersebut, Indonesia akan menghentikan beberapa inspeksi terhadap produk pertanian AS yang masuk ke negara tersebut.
Kedua pihak juga akan “bekerja sama” agar Indonesia mengakui aturan Amerika mengenai keselamatan mobil serta obat-obatan dan produk farmasi. Jakarta akan menghapus kontrol ekspor atas komoditas industri dan mineral penting yang dikirim ke AS, demikian pernyataan itu seperti dikutip dari Financial Times.
Kesepakatan ini menandai pertama kalinya Trump berhasil memaksa mitra dagang untuk berkomitmen menghapus serangkaian hambatan non-tarif, yang merupakan salah satu tujuan utama dari tarif timbal baliknya.
“Kesepakatan ini adalah KEMENANGAN BESAR bagi para Pembuat Mobil, Perusahaan Teknologi, Pekerja, Petani, Peternak, dan Produsen kami. Terima kasih atas perhatian Anda terhadap masalah ini. BUAT AMERIKA HEBAT LAGI!” tulis Trump di Truth Social.
Dalam unggahan terpisah, Trump mengumumkan bahwa Filipina, yang presidennya Ferdinand Marcos mengunjungi Gedung Putih pada Selasa, akan membayar tarif 19%, turun dari yang diusulkan 20%.
Kerangka kerja bersama antara Indonesia dan AS menyatakan bahwa kedua negara akan “mencatat” “kesepakatan komersial yang akan datang” antara kedua negara, termasuk pembelian Indonesia atas pesawat AS senilai 3,2 miliar dolar AS, bersama dengan produk pertanian senilai 4,5 miliar dolar AS, termasuk kedele, gandum, dan kapas, serta produk energi senilai 15 miliar dolar AS.
Perwakilan perdagangan Trump, Jamieson Greer mengatakan, kerangka kerja Indonesia “menunjukkan bahwa Amerika dapat melindungi produksi domestiknya sekaligus memperoleh akses pasar yang luas dengan mitra dagang kami.”
Kerangka kerja ini adalah yang pertama sejak Trump mengirim surat kepada lebih dari 20 mitra dagang dua minggu lalu yang merinci tingkat tarif atas ekspor mereka jika tidak mencapai kesepakatan sebelum 1 Agustus.
Dalam suratnya kepada Indonesia, Trump mengancam akan memberlakukan tarif sebesar 32%, yang identik dengan tingkat tarif timbal balik yang diumumkan untuk Indonesia pada 2 April.
Washington juga mengancam akan menerapkan tarif lebih tinggi pada barang yang “ditransitkan” melalui Indonesia sebelum ke AS, tetapi sebenarnya barang itu berasal dari negara ketiga.
Seorang pejabat AS menegaskan bahwa meskipun Washington ingin mengenakan tarif pada impor yang diproduksi di “ekonomi non-pasar”, langkah itu tidak ditujukan khusus kepada China.
“Aturan transshipment ini tidak secara khusus diarahkan pada China dalam bentuk apa pun,” kata pejabat tersebut.
“Tujuan aturan transshipment adalah untuk memastikan bahwa kita memiliki perjanjian perdagangan bilateral… dan tidak ada pihak ketiga yang mendapatkan keuntungan tidak semestinya tanpa membuat jenis komitmen yang kita miliki.” AI

















