Terus Ditekan AS, Bank Dunia Batalkan Target Pendanaan Iklim

Foto: Bloomberg

Tekanan Amerika Serikat akhirnya membuat Bank Dunia menyerah. Lembaga ini memutuskan menghapus target kuantitatif tujuan iklim ke dalam pendanaannya setelah berbulan-bulan mendapat kritik AS, sang pemegang saham terbesar.

Selama ini, Washington meminta Bank Dunia seharusnya kembali fokus pada pembangunan ekonomi.

Hanya saja, Grup Bank Dunia akan tetap berupaya mendukung negara-negara peminjam “dalam mewujudkan ambisi mereka sendiri sebagaimana yang tercantum dalam rencana nasional mereka” untuk tujuan iklim, demikian pernyataan yang dikeluarkan pada Senin (29/6/2026), seperti dikutip Bloomberg.

Bank Dunia juga akan melanjutkan rencana aksi perubahan iklimnya, yang disebut CCAP, tetapi akan menghapus target manfaat bersama (co-benefit) sebesar 45%. Istilah ini merujuk pada pendanaan yang bertujuan untuk mendukung aksi iklim sekaligus memajukan tujuan pembangunan.

“Kami akan menyelesaikan peralihan kami dari input ke hasil (outcome) untuk memaksimalkan dampak pembangunan,” kata bank yang berbasis di Washington tersebut.

Keputusan Bank Dunia pada Senin itu keluar menyusul penolakan keras dari pemerintahan Presiden Donald Trump terhadap inisiatif perubahan iklim bank tersebut. Menteri Keuangan Scott Bessent mengatakan pada bulan April bahwa target 45% Bank Dunia untuk pembiayaan iklim “menimbulkan inefisiensi, mendistorsi pengambilan keputusan ekonomi, dan menjauhkan bank dari misi intinya.”

Harapan Bessent

Bessent juga mengatakan pada April bahwa dia berharap Bank Dunia “segera mengalihkan fokusnya yang sempit pada iklim dan volume pembiayaan ke fokus yang menekankan proyek-proyek berkualitas tinggi dan berkelanjutan, alih-alih membentuk dan memilih proyek untuk mengejar target pembiayaan yang sewenang-wenang.”

Tahun lalu, 48% atau lebih dari 39 miliar dolar AS dari pembiayaan Bank Dunia memiliki manfaat bersama terkait iklim, naik dari 44% pada tahun 2024, menurut bank tersebut.

Atas permintaan dewan direksi Bank Dunia, kelompok evaluasi independen lembaga pemberi pinjaman itu sekarang bakal mengevaluasi rencana tersebut, kata pernyataan itu, tanpa memberikan kerangka waktu untuk peninjauan tersebut. AI