Menhut Kawal Langsung Operasi Penanganan Karhutla di Kalimantan

https://agroindonesia.co.id/wp-content/uploads/2026/08/mutuagung.jpeg

Kementerian Kehutanan terus memperkuat pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di Sumatera Selatan dan Kalimantan Tengah, dengan menyesuaikan respons terhadap perkembangan aktual di masing-masing wilayah. Penguatan operasi juga dikawal langsung oleh Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni melalui peninjauan lapangan di Kalimantan Selatan pada Senin (12/10).

Berdasarkan pemantauan Sistem Informasi Deteksi Dini Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (SiPongi) Kementerian Kehutanan hingga Senin (12/10) pukul 21.00 WIB, secara nasional terdeteksi 1.085 hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi atau high confidence berdasarkan satelit NASA Terra/Aqua, NASA SNPP, dan NASA NOAA-20. Pada enam provinsi prioritas pengendalian karhutla, perkembangan hotspot high confidence tercatat sebagai berikut:

• Kalimantan Tengah: 227 titik, meningkat dari 74 titik;

• Sumatera Selatan: 147 titik, meningkat dari 121 titik;

• Kalimantan Selatan: 113 titik, meningkat dari 15 titik;

• Kalimantan Barat: 31 titik, meningkat dari 24 titik;

• Jambi: 24 titik, meningkat dari 4 titik; dan

• Riau: nihil, tetap nihil.

Secara keseluruhan, enam provinsi prioritas mencatat 542 hotspot high confidence, meningkat 304 titik dibandingkan 238 titik sehari sebelumnya.

Menhut Kawal Langsung Operasi di Kalimantan Selatan

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni pada Senin (12/10) meninjau langsung penanganan karhutla di Hutan Lindung Liang Anggang, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, bersama Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin dan unsur terkait. Menhut memastikan operasi pengendalian tetap berjalan maksimal sekaligus mengapresiasi perkembangan hotspot di Kalimantan Selatan yang menunjukkan kondisi relatif lebih terkendali.

Menhut menegaskan kondisi yang membaik tidak boleh membuat seluruh unsur lengah. Berdasarkan informasi BMKG yang disampaikan dalam kunjungan tersebut, hujan alami di Kalimantan Selatan diperkirakan baru lebih konsisten sekitar pertengahan November. Karena itu, pemerintah daerah, TNI, Polri, Manggala Agni, relawan, dan seluruh unsur terkait diminta tetap menjaga kesiapsiagaan.

Baca juga:  Alat Ekonomi Produktif Dongkrak Ekonomi Masyarakat Bukti Program Perhutanan Sosial

Dalam kunjungan tersebut, Menhut menekankan empat unsur yang harus terus dijaga dalam pengendalian karhutla, yakni operasi udara, kekuatan operasi darat, partisipasi masyarakat untuk mencegah pembakaran, serta penegakan hukum terhadap pelanggaran yang menyebabkan kebakaran.

Di Hutan Lindung Liang Anggang, penanganan dilakukan melalui kombinasi operasi darat dan udara. Manggala Agni bersama TNI, Polri, pemerintah daerah, dan relawan terus melakukan pemadaman dan patroli, sementara pembasahan lahan melalui kanal juga dilakukan untuk mempertahankan kelembapan dan mencegah bara kembali menyala.

Pengalaman pengendalian di Kalimantan Selatan menunjukkan pentingnya mempertahankan operasi secara konsisten hingga kondisi benar-benar aman. Pendekatan yang sama terus diperkuat di Sumatera Selatan dan Kalimantan Tengah dengan menyesuaikan perkembangan hotspot dan kondisi lapangan.

Perhatian khusus tetap diberikan pada lahan gambut. Bara dapat bertahan dan menjalar di bawah permukaan meskipun api di atas tanah sudah tidak terlihat. Karena itu, terutama pada wilayah gambut di Sumatera Selatan dan Kalimantan Tengah, pembasahan dan pendinginan tetap dilakukan hingga petugas memastikan lokasi benar-benar aman.

Kondisi Udara di Sumatera dan Kalimantan Terus Dipantau

Pemerintah terus memantau kondisi udara berbasis konsentrasi PM2,5 sebagai bagian dari upaya perlindungan kesehatan masyarakat. Pantauan terkini menunjukkan sebagian wilayah Indonesia berada pada kategori baik hingga sedang. Namun, pada sejumlah bagian Sumatera dan Kalimantan masih terlihat kondisi tidak sehat hingga sangat tidak sehat, bahkan pada lokasi tertentu terdapat kategori berbahaya.

Kondisi udara dapat berubah mengikuti perkembangan kebakaran, konsentrasi partikulat, kondisi atmosfer, serta arah dan kecepatan angin. Masyarakat di wilayah terdampak diminta terus mengikuti informasi kondisi udara dan arahan pemerintah daerah. Apabila kualitas udara memburuk, masyarakat disarankan mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker apabila harus beraktivitas di luar. Perhatian khusus perlu diberikan kepada anak-anak, ibu hamil, lanjut usia, serta masyarakat dengan gangguan pernapasan atau penyakit kronis.

Baca juga:  Melambat, Deforestasi Indonesia Periode 2016-2017 Seluas 479.000 Hektare

Perlindungan Satwa Tetap Menjadi Bagian Penanganan

Kementerian Kehutanan juga terus melakukan penyelamatan dan penanganan satwa liar yang terdampak kebakaran maupun gangguan habitat. Masyarakat yang menemukan satwa liar terluka, terjebak, terdampak kebakaran, atau masuk ke kawasan permukiman diminta tidak melakukan penanganan maupun evakuasi secara mandiri. Jaga jarak, catat lokasi serta kondisi satwa apabila memungkinkan, dan segera laporkan kepada BKSDA atau petugas kehutanan terdekat.

Kementerian Kehutanan kembali mengimbau masyarakat dan pelaku usaha untuk tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar. Apabila menemukan asap, titik api, aktivitas pembakaran, maupun satwa liar yang membutuhkan pertolongan, masyarakat diminta segera melaporkan kepada petugas agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin. Kontak pelaporan informasi karhutla di Posko Karhutla Kementerian Kehutanan.AI