Jajaran diplomat iklim memulai pekerjaan mereka untuk membuat laporan berikutnya dari Panel Antarpemerintah tentang Perubahan Iklim (IPCC) — penilaian penting mengenai pemanasan global yang dapat membantu pengambilan kebijakan pemerintah dan perusahaan di seluruh dunia — di China pekan ini. Namun, pertemuan kali ini tanpa ada satu orang pejabat pun dari Amerika Serikat.
Kalangan ilmuan pemerintah AS yang berpartisipasi dalam laporan kajian IPCC telah diperintahkan untuk menghentikan pekerjaan oleh pemerintah Trump, demikian laporan pers akhir pekan lalu. Akibatnya, kepala ilmuwan NASA, Kate Calvin — yang memegang peran pimpinan dalam siklus laporan baru — sudah tidak lagi menghadairi pertemuan tersebut, demikian dilaporkan CNN yang mengutip jubir dari badan antariksa tersebut.
Absennya Amerika terjadi di tengah pemangkasan anggaran penelitian yang lebih luas dan mundurnya diplomasi iklim kabinet Trump, sehingga menimbulkan pertenyaan baru tentang masa depan IPCC tanpa kepemimpinan AS. Hasil penilaian IPCC secara luas dipandang sebagai sumber informasi perubahan iklim paling dipercaya di seluruh dunia.
“Tanpa AS, IPCC gagal,” tukas Genjamin Horton, direktur Earth Observatory of Singapore, yang berkontribusi pada laporan penilaian sebelumnya. “AS menginvestasikan lebih banyak uang, lebih banyak personel, mengumpulkan lebih banyak data, dan menjalankan lebih banyak model untuk ilmu iklim dibandingkan dengan seluruh dunia digabungkan.”
Sekitar 18% penulis IPCC berasal dari AS atau dua kali lipat lebih dari kontributor besar lainnya, yakni Inggris, demikian analisis tahun 2023 oleh Carbon Brief.
Pertemuan pada 24-28 Februari di Hangzhou akan berputar di sekitar garis besar dan anggaran untuk komponen laporan penilaian ke-7 IPCC, yang diharapkan akan dirilis pada tahun 2029, serta teknologi penangkapan dan pengurangan karbon. Laporan-laporan ini akan merangkum konsensus ilmiah tentang keadaan perubahan iklim, membimbing keputusan kebijakan dan negosiasi.
Badan ilmu iklim otoritatif ini sampai sekarang telah menghasilkan enam penilaian sejak didirikan tahun 1988. Masing-masing laporan tebalnya ribuan halaman. Seiring waktu, laporan IPCC menjadi lebih percaya diri dan rinci tentang kontribusi manusia terhadap pemanasan Bumi. Pada tahun 1995, IPCC menyetujui bahwa ada bukti “pengaruh manusia yang dapat dikenali pada iklim global,” sementara pada tahun 2007 ditemukan “pemanasan sistem iklim tidak dapat disangkal.” Pada tahun 2021 mereka menulis: “Tidak dapat disangkal bahwa pengaruh manusia telah menghangatkan atmosfer, laut, dan daratan.”
Memang tidak semua ilmuwan berpikir keberadaan IPCC bergantung pada AS. Detlef van Vuuren, seorang profesor Universitas Utrecht, peneliti iklim di PBL Netherlands Environmental Assessment Agency dan kontributor IPCC masa lalu mengatakan, IPCC akan bertahan jika AS memutuskan untuk meninggalkan organisasi untuk selamanya, meskipun peran monumental negara tersebut selama beberapa dasawarsa.
“Ini jelas sangat bermasalah bahwa negara yang telah berkontribusi begitu banyak pada IPCC, tetapi juga pada emisi global, akan memutuskan bahwa fakta bukanlah dasar yang baik untuk menginformasikan kebijakan iklim,” katanya. AI


















