Lewat Program Mitra Tani, BULOG Serap Gabah Petani Banyuwangi

Perum BULOG gencar menyerap gabah petani melalui Program Mitra Tani BULOG. Terbaru, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bidang pangan ini menyerap gabah petani yang dipanen di lahan seluas 6 hektar di Desa Watukebo, Banyuwangi. Lahan yang dipanen itu merupakan bagian dari 31 hektar lahan yang tercakup dalam program kemitraan sinergis itu. Kegiatan panen ini dihadiri Direktur Bisnis Perum BULOG, Febby Novita dan Direktur Human Capital, Sudarsono Hardjosoekarto. Ikut hadir juga mitra kerjasama Bulog dari CEO Pandawa Agri Indonesia, Kukuh Roxa dan Perwakilan Petani Muda.
“Kita panen hari ini membuktikan bahwa BULOG ini hadir ditengah dalam kondisi cuaca dan iklim yang berubah-ubah, tetapi kami melakukan kerjasama dengan menjemput ke Hulu, jadi kita melakukan kolaborasi dengan Pandawa Agri Indonesia melalui Program Mitra Tani. Jadi Program Mitra Tani ini, dimana nanti Program Kemitraan, bagaimana kita berkolaborasi dengan perusahaan ataupun Kelompok Tani atau Gapoktan,” ujar Direktur Bisnis Perum BULOG, Febby Novita, dalam pernyataannya yang diterima Agro Indonesia, Rabu (16/10/2024).
Melalui Mitra Tani, yang mengedepankan kolaborasi dengan petani, ungkap Febby, BULOG akan memperkuat rantai pasokan, meningkatkan produktivitas pertanian, dan memberikan pelatihan kepada petani mengenai metode pertanian berkelanjutan yang ramah lingkungan
Febby menegaskan, dalam memenuhi kebutuhan stok dalam negeri, BULOG dengan bangga memperluas jangkauan Program Mitra Tani, sebuah inisiatif hulu yang dirancang untuk mengatasi tantangan ketahanan pangan dengan mendukung petani secara langsung di Banyuwangi.
“Program ini berfokus pada peningkatan akses terhadap sumber daya pertanian krusial seperti pupuk dan benih, sekaligus menawarkan pembiayaan produksi untuk memastikan petani dapat menjalankan praktik pertanian berkelanjutan,” ucapnya.
Direktur Human Capital BULOG, Sudarsono Hardjosoekarto menyampaikan, Indonesia memang menghadapi perubahan iklim secara global, namun BULOG tetap akan menjalankan tugas mulia untuk dua sisi, sisi pertama secara singkat disebut BULOG mengantarkan kebaikan kepada seluruh masyarakat konsumen dengan cara menjamin tersedianya beras dan pangan pokok yang lain disemua tempat, baik melalui bantuan pangan maupun mekanisme pasar atau operasi pasar yang disebut SPHP yang saat ini sedang dijalankan.
“Selain itu konsumen yang mengkonsumsi khususnya beras dan bahan pokok lain tidak mengalami kesulitan dan merasa aman akan ketersediaan cadangan pangan yang tersedia di berbagai gudang-gudang BULOG di seluruh indonesia dari Sabang sampai Merauke tetap terjaga,” ujarnya.
Sementara yang kedua, BULOG bersahabat dengan petani, dimana Program Mitra Tani ini terus BULOG kembangkan di berbagai tempat dan sudah dikembangkan juga pilot project di berbagai tempat.
Bahkan, BULOG nanti akan bekerjasama dengan TNI AD dalam mengembangkan tempat-tempat yang tadinya sumber daya airnya itu masih terbatas, disediakan alat-alat supaya airnya cukup dan ada diberbagai provinsi.
“Kita sedang merencanakan juga untuk memperkuat cadangan pangan kita salah satunya dengan cara bersahabat dengan petani di daerah-daerah yang kita sebut lahan marginal yang masih luas di berbagai tempat seperti di Sulawesi, Kalimantan dan di berbagai provinsi yang lain,” paparnya.
Sudarsono menyampaikan bahwa menjelang tahun depan nanti akan ada musim panen bulan Februari 2024, oleh sebab itu BULOG akan mendorong betul untuk produksi sebanyak mungkin dalam negeri, termasuk program-program mendorong pemuda-pemuda tani, anak-anak muda tani di desa agar mencintai bertanam supaya produksinya bagus.
“Selain dukungan finansial, program ini menyediakan bantuan agronomi yang komprehensif, termasuk panduan tentang pengelolaan tanaman dan teknik pemanenan yang optimal, guna memastikan ketahanan jangka panjang di sektor pertanian,” tambah Sudarsono.
Sementara CEO Pandawa Agri Indonesia, Kukuh Roxa menyampaikan, inovasi yang dirancang pihaknya khusus untuk memenuhi kebutuhan petani sekaligus menjaga kesehatan lingkungan dan tanah. Produk dalam paket PPAI merupakan alternatif ramah lingkungan terhadap input konvensional, sehingga pertanian lebih berkelanjutan dan mendukung keberhasilan pertanian jangka panjang.
“Petani dapat memperoleh laba bersih yang lebih tinggi, memanfaatkan kondisi pasar yang menguntungkan, dan mampu mengadopsi praktik pertanian yang lebih berkelanjutan,”pungkasnya. Buyung N