APP Sinar Mas Terima Penghargaan Industri Hijau

Sekjen Kemenperin Achmad Sigit Dwiwahjono didampingi Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin Eko S.A. Cahyanto, menyerahkan Penghargaan Industri Hijau kepada Direktur APP Sinar Mas Suhendra Wiriadinata, Senin (16/12/2019)

Tiga unit bisnis Asia Pulp & Paper (APP) Sinar Mas meraih Penghargaan Industri Hijau 2019 dari Kementerian Perindustrian (Kemenperin) karena dinilai berhasil menjalankan praktik terbaik keberlanjutan.

Tiga unit bisnis tersebut adalah PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk dan PT Pindo Deli Pulp & Paper Mills yang mencatatkan pencapaian tertinggi yakni Penghargaan Industri Hijau Level 5, serta PT Ekamas Fortuna memperoleh Penghargaan Industri Hijau Level 4.

Proses penghargaan mulai mulai dari pendaftaran, verifikasi dokumen dan lapangan, hingga penilaian membutuhkan waktu sekitar 10 bulan. aspek penilaian termasuk efisiensi penggunaan material, energi, dan air, sekaligus apresiasi atas kinerja pengolahan limbah/emisi, serta manajemen perusahaan.

Direktur APP Sinar Mas Suhendra Wiriadinata menegaskan bahwa penerapan prinsip industri hijau merupakah salah satu bentuk komitmen APP Sinar Mas terhadap praktik bisnis berkelanjutan yang tertuang dalam Sustainability Roadmap Vision 2020.

“APP Sinar Mas rutin membuat Laporan Keberlanjutan yang diaudit oleh pihak ketiga independen, demi memberikan gambaran komprehensif mengenai implementasi program keberlanjutan dalam bisnis perusahaan. Dalam Laporan Keberlanjutan tahun 2018, kami bersyukur dapat berhasil mencapai target Peta Jalan Keberlanjutan kami,” kata Suhendra dalam pernyataannya yang dirilis di Jakarta, Senin (16/12/2019).

Selain memperoleh Penghargaan Industri Hijau dari Kemenperin, APP Sinar Mas juga memenangkan penghargaan Green Supply Chain Award dari Supply & Demand Chain Executive untuk kedua kalinya secara berturut-turut.

Suhendra menjelaskan, APP Sinar Mas menggabungkan Circular Bio Economy, menggunakan konsep 3R (reuse, recycle, dan reduce) dan memastikan sistem lingkaran tertutup (closed-loop system) berkelanjutan yang menghubungkan proses produksi dengan pengguna akhir dalam lingkaran operasionalnya.

“Kami berusaha untuk membantu klien kami memenuhi permintaan konsumen global terhadap produk kertas berkelanjutan yang terus meningkat. Tentu sambil bekerja sama dengan komunitas setempat di sekitar wilayah operasional kami, guna memastikan rantai pasokan yang aman dan berkelanjutan,” tutup Suhendra.

Sugiharto