Korupsi dan Ketidakjujuran Serta Kemunafikan dan Keserakahan Bangsa Ini Harus Dibersihkan

Oleh: Transtoto

Cheàting bèrupa perampokan hak orang lain, pembohongan, ketidakjujuran, sampai sengaja ndablek ngemplang hutang tak mau mbayar, sudah berkarat dalam darah yg sulit atau bahkan tak bisa dicuci. Pada masyarakst banyak bahkan tanpa malu sikap itu ditunjukkan. Cacat moral yg memalukan. Tapi seperti sudah kebal dan tak peduli malah disengaja.

Karakter bangsa atau sifat terpaksa karena kemiskinan yang berat, bahkan malah marah yang ditonjolkannya bila ditagih untuk bayar hutangnya. Yang menolong dan menagih lebih memilih sabar dan kehilangan kegarangan, lebih memilih tidak terlibat. Dan malu, atau kadang diajak ribut kalau menagih dan meminta penĝhutang mbayar hutangnya.

Terbentuklah pekerjaan dept collectors yang jadi penghasilan, rata-rata bengis dan kejam, tapi riskan juga kalau ketahuan polisi.

SUDAH KARAKTER

Dalam kehidupan, kemiskinan penuh karena kebutuhan hidup yang tidak sedikit membuat garang setiap orang. Kecuali yg dapat berbuat maling, menipu dan tegel berbohong. Itu berlaku terhadap siapapun yang hidup perutnya lapar melintir tanpa pandang bulu.

Hak orang lain biasa dikurangi atau diambil paksa oleh jambret. Kadang kecurangan itu diterima dengan ikhlas oleh yang berhak. Asal tdk terlalu banyak. Itu TST .. tidak jadi ribut. Tapi kadang ya ada yg ribut besar bahkan terjadi bunuh-bunuhan.

Di jaman dahulu ada kisah tanam paksa, kerja paksa dsb gratis dan rakyat kelaparan. Terjadi di jaman Kerajaan di Jawa-Nusantara, VOC, penjajahan Belanda, dsb. Tapi konon itu dibantah oleh dokumen-dokumen pemerintah Belanda dan dengan arsip2nya. Mereka sudah bayar upah kerja ke rakyàt.. Entahlah siapa yang benar. Yg pasti praktik curang itu di Nusantara memang terjadi di mana-mana, terhadap orang-orang yang miskin dan bodoh oleh penguasa.

Kalau ditengok tulisan Douwes Dekker atau Multatuli di jaman Belanda dan kondisi sosial masa saat kini, juga contoh bahwa hutan sdh kosong sekian belas juta hektare dijarah masyarakat sebelum merdeka 1945. Dan kinipun sdh hampir habis dibabat di era pengusahaan hutan yang brutal berjamaah olèh pemerintah termasuk bangsa sendiri. 60 jutaan hektar telah ada tanah kosong dalam kawasan hutan yang butuh setidaknya dana Rp.75 ribu milyar untuk mereboisasinya, dan tidak dilakukan rehabiltasi karenatdk ada dana atau sengaja dibiarkan atau dieubsh jadi HTI untuk pengusahaan kertas dll atau malah food estate, juga tebu. Sehingga logged over area semakin merosot kualitasnya, turun nilai ekonominya.

PEMBANGUNAN DAN KORUPSI

Korupsi yg umumnya berjamaah berjalan beramai- ramai di masing2 tingkatan adalah musuh utama yang paling besar kemerusakkannya. Tidak semua. Karena manusia yang sangat nakal diduga hanya 1% koruptor sangat kayaraya yang kekayaannya bukan milyar tetapi triliunan, dan tetap rakus.

Sedangkan yang sangat miskin penghasìlannya sekitar Rp.2-5 juta sebulan, seluruh, keluarga memakan 58% kesejahteraan bangsa.

Dan yang sedang diatas miskin dangan penghasilan Rp.30 juta- sampai 200 juta misalnya Dirèktur BUMN. Yang dianggap sedang, yang midel dan cukup sejahteranya sekitar 44%.

Tapi itulah gambarannya, sehingga kemiskinan tetap dibayangi kekurangan hak dasarnya. Termasuk pensiunan tingkat tinggi PNS/TNI POLRI.

Dulu dengan gambaran kekayaan SDA dan lainnya saya berpikir dan mencita-citakan gaji  seorang manusia Indonesia bisa memperoleh penghasilan nafkah dari kemakmuran itu sekitar USD 30 dolar sebulan, per orang di RI. Terus dikoreksi Rp.20 juta per kapita per bulan.Ya masih lumayan tapi koq sudàh lama sekali nggak ada kabarnya ya?

Banyak koruptor ditangkap. Berpuluh-puluh kilo emas dan hasil tambang bernilai triliunàn Rp, uang sdh dikumpulkan Tapi gaji dan penghasilan pegawai dan buruh serta pensiunan PNS sama saja. Hanya sekitar Rp.2-4 ribu sebulan, itupun diperkirakan haya satu orang yg bekerja sebulan.

Tak ada gejolak. Semua tenang2 saja tersenyum meskipun dalam kemiskinan yang luar biasa.

Apa tak ada yang salah?

Atau ada yang kebetulan?

Atau rakyàt memang tidak perlu tahu?

Betùl atau salah dikira rakyat miskin mungkin tdk perlu tahu. Masyarakat kecil tidak perlu tahu!! Ditutup dari informasi pengusaha buesar kelompok 1% yang istrinya kebanyakan muda yang cuantik wangi, pilìhannya itu.

Dan buanyak. Rakyat miskin kolompok diatas 50% tak perlu tahu. Yang pasti sdh dapat maximal Rp4 ribuan sudah bersyukur. Meskipun sebagian diantaranya nangis darah untuk makan se-hari2.

Tapi konon ada warga pilihan yang isterinya cantik langsing memiliki uang banyak dan mampu membelanjakan uang sebesar Rp.1 juta per hari selama 700 tahun untuk belasan generasi. Wooyy tentu senang hidupnya…

Tidak salah era jaman edan saat ini wanita selalu nampak gelowing dandan gaya “Korea” dan malah ditampakkàn seksinya bak boneka hidup, menjerat “Gatotkatja” kayaraya…

Tapi anggota manusia “beruang” kelompok 1% tetap sukaria. Kelompok “Beruang” yg belum ditàngkàp dan tertembak “mati” antara lain anggota eksekutif, legislatif, yudikatif, Jenderal militer/polisi, pengusaha besar, penguasa, dan para isterinya/gundiknya dll masih terhindar dari rencana perampasan asset, dan yang beruntung lolos, tetap berpestapora menikmati kekayaan besar bangsa Indonesia dan membuat peraturan main yang rakyat kecil tidak bisa tahu.

Ha ha, kamu masyarakat menangis, pasti dalam hati tèrtawa..

TETAP ERA KEUNGGULAN WANITA CANTIK

Wanita cantik memang luar biasa.Bermodal kewanitaan yg sangat diburu semua pria, ganteng atau kaya, biar buncit pendek, baukpun asal kuasa punya sumber uang besar dan rajabrana, wanita cantik bakal mau/suka mengejar. Memang wanita cantik selalu menjadi inspirasi utama dan universal.

Senjata saat ini (2024-26) kaki jenjang langsing, kini pamer payudara dgn sangat ditonjolkan tanpa malu. Meskipun nenek-nenek harus kesulitàn bersaing. Modalnya pasfoto dan wajah palsu doang. Yg lain keriputpun bolehlah asal wajah dan badan oke, umur tak penting.

Tentunya santun, menjaga aurat, kepribadiàn tetap utama.

Dialah perempuan dari wanita pilihan.

KESEJAHTERAAN HIDUP

Akhirnya ketenangan hidup, kesejahteraan dan keadilan menjadi keutamaan.

Kejujuran, korupsi, kecurangan, ketidakbaikan, menyakiti hati/melukai  apalagi membunuh sesama manusia sebaiknya tak perlu terjadi. Tapi jangan dimanipulasi dan diakali, kecuali, keharusan yang pasti. Jangan seperti kekeliruan atau kedekatan dengan kekuasaan atau yang mungkin yang sudah2.

Hidup tanpa cheating, kejujuran dan kebaikan tanpa kemunafikan dan pura-pura adalah keindahan yang terbaik.

Aturan harus diperbaiki dan perlu ketegasan, adil dan bijak merata yang baik.

Tersenyumlah pada dunia..

Jkt• 08 Juli 2026