Hancurkan Korupsi untuk Kesejahteraan dan Kehormatan Bangsa

Transtoto Handhadari
https://agroindonesia.co.id/wp-content/uploads/2026/08/mutuagung.jpeg

0leh: Transtoto Handadhari

Rimbawan Senior, Alumni UGM Yogyakarta dan University of Wisconsin at Madison, USA

Kerajaan-kerajaan Nusantara dari jaman dulu misalnya Aceh, Sriwijaya, Palembàng, Padang, dan yang banyak sekali di Pulau Jawa seperti di Pajajaran, Cirebon, Demak, Singosari, serta yang terbesar Kerajaan Majapahit sampai Mataram Kuno/Islam yang perkasa, tersebar kerajaan-kerajaan besar kecil tersebar di Kalimantan, Bàli, Nusa Tenggara, Lombok, Sulawesi, Ternate, Ambon, Papua .

Manusia nusantara dikenal sebagai pelaut ulung terutama suku Bugis, Sriwijaya, memiliki Armada laut/samodera yang kuat serta pasukan perang yang disegani konon sampai negara India dan Tiongkok.

Kekurangannya “satu”, yg paling buruk, yakni kejàm dan korupsi yang masif dan telah berkarat tebal, serta sifat-sifat hampir selalu tidak jujur (hipokrit, berani bergerombol, tak tahu malu, pemarah takut berterus terang, takut masuk neraka, percaya mistik, serakah, bodoh, pendendam, suka memiliki banyak Isteri serta banyak gundik seperti dipertontonkan oleh kasus Ken Arok dan para raja di Jawa yang sangat dikenal.

Kelemahannya juga terlalu baik, santun pada orang asing, percaya pada rayuan musuh, suka memiliki banyak perempuan, gampang tertipu, mudah diperintah, tidak mau terus terang, sungkan dan sangat patuh pàda atasan.

Masuknya VOC Abad 15 dan negara asing yang awalnya berburu/ berdagang rempah sampai hasil bumi dan hutan seperti kayu jati kuàlitas prima (maĵic woods), umur jatti 60 sampai 80- 100 tahuñ lurus sempurna yang mulai dikembangkan dari Jateng dan Jatim, ke Bali, NTB, NTT, Florès, Sumba, Timor, Roti dan sedikit Pulau Sulawesi sekitarnya, dari niat berdagang rempàh sampai akhirnya motif penjajahan, sampai datangnya Inggris, dan Jepang

menjelang kemerdekaan Indonesia 17-8-1945 mewariskan jejak yang buruk dan baik, termasuk sifat buruk korupsi, feodalisme, perbunuhan antar manusia, kawin ke banyak wanita dan sebagainya. tulah sifat banyak “salah”nya bangsa

Indonesia ini, sifat jelek bangsaku, menipu, tapi dikenal ulet dan mau “nderek” “ngawulo .

Apakah untuk jujur dan kebaikan khususnya menghindari sifat korupsi harus menunggu hukuman mati yang akan menghabisi total hidup seseorang manusia betul-betul dìlegalkan?

Belajarlah ke Negeri China.

Empat  puluh (40) tahun lalu saat saya mulai kuliah di Wisconsin USA, dimana pelajar China masih banyak yang miskin, 700.000 masyarakat Chiña dari total jumlah 900.000 penduduknya masih miskin China, dikenal masih miskin tragis, belum maju masih pakai baju putih celana biru tua.

Tapi ulet dan sekolah rajin sekali. Nilai sekoìah selalu A. Katanya takut di-DO pulang ngangkut lumpur.

Dan saat ini 40 tahun kemudian dimana saya masih meremehkan mobil China yang rapuh, China telah tumbuh jadi negara superpower, pintar, kuat dan kaya, orang yang miskin=Nol. Tidak ada lagi..

Baca juga:  Tipikal Taman Nasional di Indonesia

Tahun 2005 saya ke Beiĵing làgi, sudàh ada penanaman Pinus meŕkusii yàng dibutuhkàn oleh tinta Blànc, semua sudah asing. Kalàu dulu 5% sumber beluŕt. dàri Klaten, sekarang sumber sendiri. Kemajuan tehnologi pertanian, pengolàhàn gurun pasir yang sangat luas jadi hutan, mobil, kapal terbang, nuklirpun sampai robot “sudah bernyawa”.

Bahkan kejujuran sangat ditegakkan. Yang korup dipindahkan benar-benar tanpa ampun ke alam lain.

Peristiwa lapangan merah Tian Namen yang benar-benar memerah cucuran darah disaksikan gambar pemimpin Mao, benar- /benàr mencekam.

China menjadi contoh negara berubah sangat jujur dengan peradaban yang full-tega.

Apakah kita yang hancur karena “99%” pejabat korup harus mencontohnya? Dihukum dor juga?

700.000 penduduknya sangat miskin. Kok tiba-tiba  40 Tahun sudah jadi negara raksasa.. 700 rb orang yang miskin jadi nol.

Mati adalah tamat. Itu seharusnya paling ditakuti dàn bisa ditànya ke bangsa China bagaimana seremnya.

Kecuali di Wonosari, Gunung Kidul, DIY, yang banyak penduduk yang bunuh diri seseorang yang putus asa dengan enteng memutuskan gantung diri.

Saya juga pernah ngalàmi langsung menangani seseorang teman main di Nyutran, Yogya, si Itoh, karena harga diri dituduh nyolong ayam tetangga milih bunuh diŕi minum pil sebotol sampai berbusa. Alhamduliĺah terselamatkan, karena dekat RS syàraf Puri Nirmàla, jàdi hidup.

Perbaiki Masalah Utama Bangsa

 1.Cheating (kecurangan) dalam bentuk korupsi, mencuri, menipu, membohongi dengan segala hal bisa dipersiapkan “saat ini”.

Seringkali katanya selnya dì penjara bisa disulap ber-AC, tersedia HP dan berita koranpun ada, dan kalau dibutuhkan perempuan cantik yang dikehendaki, diperlukan, bisa diterbangkan masuk sel jeruji besi. Diuŕusi yang berkuasa tentunya dengan bayaran yang sesuai.

Entah kabar burung atau itu hanya cerita, tapi kalau menyangkut kasus petani miskin atau copet itu kadang juga berlaku. Bukan karena uangnya lusuh tapi memang tidak ada uang gede ceritanya. Mungkin kalau terpidanà miskin nyopet 5 ribuan rupiah, konon malah2 mengalami digebugi dengan kejam dan disel buka baju biar dimakan nyamuk perempuan yang ganas.

Dalam urusan nasib, uang tetap bernilai.

Semua jasa dan kemewahan, apalagi kenikmatan seksual bagi order terpidana lelaki termasuk sangat dihargai mahal, dengan uang besar.

Karenanya korupsi dan pemiskinan harus dikunci erat-erat, harus ditakuti, ancamannya nyata sangat berat.

Sudah saatnya yang paling ditakuti yakni mati, di-dor atau digantung. Atau syawatnya yang tak tertahankan dikunci (ada celana besi karatan?).

Baca juga:  Monumen Hutan Raya dalam Nagara Rimba Nusa

Siksaan itu nampaknya sudah terpaksa dilakukan agar yang lain betul-betul jera.

Coba bayangkan sedang ada koruptor yang punya garongan uang sampai kalau dibelanjakan Rp.1 juta perhari, setiap hari, “cuma” menghabiskannya sampai 700 tahun. (kalau isterinya cantik dan nanti kalau setia nunggu bebas, sudah berubah menjadi embahnya nenek buyut mak Lampir).

Lah orang yang umum yang bisa punyanya duit Rp.1-2 juta sebulan untuk

Tapi lika-liku korupsi sudah diperhitungkan oleh para koruptor profesional. Resiko tertangkap sudah diperhitungkan dengan persiapan uang tabungán untuk membayar berbagai “ancaman”. Dan sudah dibesar-besarkannya, dicadangkan sebagai biaya yang sering tiba-tiba, tapi pasti harusnya diada-adakan,apalagi orang kaya).

Jadi terlalu bodoh kalau hanya menganggap karena ada rampasan yang diolor-olor 10 tahun, sekian triliun atau milyar rupiah di TV dan media, jangan telah gembira dulu, ada pembagian % “cuan”.

Dihitung-hitung harusnya kalau dibagi bisa dapat USD. 30-40.000/orang/perbulan.Tapi kalau kata orang orang Yogya itu karepe Mbilung…

Kini, bayangkan orang umum yang hanya punya Rp2-3 sekeluarga dianggàp terlalu sedikit. Jumlah gaji pensiunannya juga merana. Dengan gaji sekitar Rp. 3-4 juta saja.

Memang sangat tidak adil negeri ini. Maka di setiap luang waktu mereka harus berpikir nasib umur tuanya yang pasti merana.

2. Cewek Cantik Murah

Cewek adalàh inspirasi dan orientasi, serta imajinasi kelaki muda dengan yang trend saat itu rok panjang sopan nggàk/belum berjibab. Kalàu sekarang wooy…tahun 2025-2026 penawarannya serem belahan dadanya dipameŕkan menyolok, nekàd tanpa malu, montok nongol hampir mecotot “gaya 2025′ bedàk tebal bergincu kacamata hitam, terutama menarik syahwat orang tuek yang masih berkuasa, lelaki “hidung belang” yang kayaraya.

Dahulu ayah saya bilang kalau kaya biar ndeso kayàk Gareng, muka jelek akan nampak seperti “Gatotkaca”, hibuŕ ayahku. Tapi sebab aku miskin, hanya punya sepeda tua onthel, aku minder, dikatàkan salah ambil di RSB waktu bayi. Jadi hanya berani berdoa ada cewek strees mau dengan aku.

Cuma aku keliru. Berpakaian. Selalu perlente dan “mahal” pada jamannya. Jadi biar “gondrong orkes” tapi aku atlit renang-polo air Prop. DIY masuk kejurnas, POM XI dàn PON VIII, Ketua Keamanan Sekaten Yogyakarta, tidur pakai tikar nggak pakai kasur empuk soreinya spanduk tapi tetap gaya. Karena modalnya hanya sepeda angin tua merk Dwi Warna pengasih orang, yang kadang-kurang anginnya. Alhamdullilahmiskin ngirit tidak perlu nraktir, cewek pasti tidak ada yang mau, soalnya aku tidak punya motor 1971 yàng kàlau memboncengkan bikin gaya kalau ujung roknya tertempa angin “kibit-kibit”, terasa indah.

Baca juga:  Suram, Nasib Penyuluh Kehutanan

Tapi. Yah selamat. Yang pada pakai motor banyak yang kawin SMP, terpaksa duluan.

Sejak SMP 1964 sampai hampir lulus Universitas di UGM Yogyakarta 1976, saya tidak punya pacar, padahal aku tidak jelek- jelek amat (lho). Yah terlanjur mengasing dari cewek agar dapat yang ok juga. Kalau malam Minggu nyetir becak-becakan di Yogya atau nongkrong sesama jomblo miskin.

3. Nyogok/  Menyuap dan Meminjami Uang Duluan.

Menyogok atau memberi suap atau sesuatu kepada pihak penguasa termasuk peluang kerja, bisnis yang dihàrap ada keuntungàn, dalam yang berkepentingan yang aktif saat itu dua pihak, pada dasarnya hàmpir sama ùntuk memperoleh sesuatu. Diharapkàn untung tapi bànyàk yang nggàk bàyar, nggak punya uàng (zonk).

Saya dari awal kerja, bahkan sampai kini, nyogok uang itu hampir tidak pernah.

Sejak bekerja saya taati tidak boleh minta-minta imbalan. Baik ke kantor, ataupun pinjàm koperasi dan saya kembalikan lunas.

Kalau pinjam uang saya hanya ke Pegadaian yang bunganya mahal atau Bank resmi. Dan meski banyàk yang saya pinjam selalu saya bayar lunas.

Tapi giliran teman yang meminjam/ menghutang ke sayà umumnya banyak yang “ngemplang” nggaķ mbayar. Sampai saat ini, di negeri miskin ini pengalamàn sampai mereka sudàh almarhum tidak bayar…

Diberi sesuatu secara umumpun dari orang dekat, atau adik kandung, ya diterima dengan lkhkas tanpa minta-minta.

Itulah 3 hal pokok yang harus digenjot untuk menjaga kuàlitas nilai hutàn ex HPH.

Lain-lain gunakan tehnologi maju dan hal-hal sangat penting dijaga antara làin: Narkoba, Racun, Pengawasan bahàn peledak/senjata api, binatang serta tumbuhan terlaràng, perjudian, pornografi, pelacuràn, mabok-mabokan, dàn làin-lainnya diawasi ketat atàu dilarang.

Ide kelestarian yang setara nilainya dan terukur melalui sistem Silvikultur Khusus nampàknya baru terperhatikan olen Prof. Soekotjo (alm) dan Prof. Naièm dari UGM Yogyakarta baru-baru ini (2000an) di logged over area di Kalbar, Kalteng dll.

Demikian juga ekosistem gundul yang berubah jadi hutàn kosong dan perubahàn formasi. Dipterocarpa jàdi bungkus sabun, kayu murah.

Demikian juga ekosistem hutan gundul tanpa empati di Sumatera dàn Kalimantan dll sampai Papua yang berubah jadi hutàn kosong dan perubahàm formasi

Dipterocarpa jadi kayu murah untuk kayu pèmbungķus sabun. Atau tanaman HTI 8 tahunan yang ringàn.

Otomatis bila menyàngkut ekosistem hutan lautan berbagai ikan, udang, ganggàng, tumbuhan penyerap oksigen di Indonesia akán nerosot kualitasnya.

Kini bayangkan orang umum yang hanya bisa manggut-mànggut, hutan sudah gundul, pasrah saja.