Banyak Perusahaan dan Perbankan Masih Diam Soal Deforestasi

Hampir separuh dari ratusan perusahaan besar ternyata bergantung dengan komoditi yang menyebabkan deforestasi. Sialnya lagi, berbagai lembaga keuangan juga mendukung mereka. Mereka juga tidak punya kebijakan untuk mengendalikan deforestasi.

Itulah laporan yang dikeluarkan oleh lembaga nirlaba Global Canopy. Mereka mengkaji 350 perusahaan yang paling besar terpapar oleh minyak sawit, kedele, daging sapi, kulit, kayu dan pulp dan kertas, serta 150 perbankan dan manajer aset yang meminjamkan dana atau berinvestasi di dalamnya. Hasilnya memperlihatkan bahwa 201 perusahaan atau 40% tidak punya kebijakan mengatasi deforestasi.

Kesimpulan itu muncul dalam laporan tahunan “Forest 500”, yang muncul beberapa minggu setelah terjadinya kesepakatan global yang diteken pemerintah dunia untuk melindungi keanekaragaman hayati, serta para pembuat kebijakan di Uni Eropa dan Inggris berencana membuat aturan bersama yang lebih keras untuk memaksa perusahaan-perusahaan lebih banyak bergerak untuk mengatasi deforestasi.

Global Canopy menyatakan, sekitar 100 perusahaan punya komitmen soal deforestasi diberlakukan terhadap semua komoditi di mana mereka terpapar, naik dari 99 perusahaan tahun lalu. Namun, hanya separuh perusahaan yang melakukan pemeriksaan guna menjamin kebijakan mereka diikuti.

Sementara sebanyak 109 perusahaan tidak punya komitmen sama sekali terhadap deforestasi untuk komoditi apapun.

Global Canopy mendefinisikan kebijakan terkait deforestasi adalah keputusan perusahaan untuk melindungi hutan-hutan yang jadi prioritas dari berbagai komoditi yang dipakai atau dibiayai, atau disertifikasi oleh skim yang kredibel sebagai bebas deforestasi.

Meski jumlah perusahaan yang berkomitmen untuk mencapai emisi karbon net-zero pada pertengahan abad ini sudah tumbuh 5 kali lipat dalam 3 tahun terakhir menjadi 145 perusahaan, namun kurangnya aksi mengenai deforestasi menghambat kemampuan mereka untuk mencapai target tersebut, kata laporan tersebut.

“Kini sudah menjadi penerimaan universal bahwa mengakhiri deforestasi hutan tropis sangatlah penting untuk memenuhi sasaran global yang vital dari sisi iklim maupun alam,” papar Direktur Eksekutif Global Canopy, Niki Mardas, seperti dikutip Reuters, Rabu (15/2/2023).

“Sungguh luar biasa bahwa ketika banyak perusahaan di Forest 500 punya ambisi target emisi net-zero, ternyata hampir semuanya berisiko gagal karena ketiadaan aksi terhadap deforestasi.”

Sebanyak 92 lembaga keuangan yang paling banyak terpapar oleh perusahaan tersebut juga kurang memiliki kebijakan soal deforestasi, kata laporan itu, yang secara umum tidak berubah dari tahun lalu. AI