Kementan Refocusing Anggaran Demi Petani dan Pangan Indonesia

Mentan Amran Sulaiman meninjau lahan sawah milik Kelompok Tani Sido Makmur IV di Desa Turun Rejo, Kecamatan Brangsong Kabupaten Kendal, yang dilanda banjir.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengaku siap melakukan refocusing anggaran, seperti memotong biaya bimbingan teknis, biaya pengadaan barang hingga mengurangi perjalanan dinas dan biaya acara seremoni lainnya.

Hal ini dilakukan Mentan karena saat ini Indonesia dalam kondisi darurat pangan akibat dampak super El Nino yang melanda hampir seluruh dunia.

“Lebih baik aku puasa perjalanan dinas, perjalanan luar negeri daripada petani menderita. Aku korbankan semua demi petani dan pertanaman Indonesia agar meningkat,” tegas Amran saat meninjau gerakan tanam di Kabupaten Bojonegoro, Senin (18/3/2024).

Menurut dia, El Nino tahun ini telah menurunkan produksi nasional karena sebagian sentra mengalami gagal panen. Dia khawatir jika masalah pangan tidak teratasi dengan baik, maka ke depan akan berujung pada konflik sosial bahkan gangguan keamanan di seluruh negeri.

Berdasarkan hasil kerangka sampel area (KSA) Badan Pusat Statistik (BPS), potensi produksi beras pada Januari-April 2024 sebanyak 10,71 juta ton. Potensi produksi tersebut turun 17,52% dibandingkan dengan realisasi produksi beras pada Januari-April 2023 yang mencapai 12,98 juta ton.

Indonesia mengalami defisit beras pada Januari-Februari 2024. Surplus beras diperkirakan baru akan terjadi pada Maret-April 2024 lantaran produksinya meningkat masing-masing 3,54 juta ton dan 4,92 juta ton.

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo mengatakan, yang menjadi masalah adalah panen raya terjadi pada April 2024. Saat ini, sekitar 17.000 hektare (ha) sawah di sejumlah daerah di Indonesia terendam banjir.

”Banjir tersebut diperkirakan mengurangi produksi beras sekitar 20.000 ton. Hal itu menyebabkan potensi produksi beras pada April 2024 sebanyak 4,92 juta ton akan turun menjadi 4,9 juta ton,” ujarnya.

Di Jawa Tengah, Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah mencatat per 15 Maret 2024 banjir melanda 16.269 ha sawah yang ditanami padi di Kabupaten Grobogan, Demak, Pati, Kudus, dan Jepara.

Dari total luasan itu, sawah yang kebanjiran di Grobogan seluas 4.381 ha, Demak 162 ha, Kudus 2.776 ha, Jepara 1.989 ha, dan Pati 6.961,4 ha.

Dalam kurun waktu Januari-Maret 2024, Demak dan Grobogan yang merupakan daerah lumbung beras di Indonesia dilanda banjir besar sebanyak dua kali. Banjir besar pertama terjadi pada awal hingga pertengahan Februari 2024 dan banjir kedua pada pertengahan Maret ini.

Saat ini, Kementan tengah berfokus mengatasi areal persawahan yang kekurangan air akibat dampak El Nino dengan menggulirkan program pompanisasi. Pompanisasi itu menyasar lahan tadah hujan seluas 1 juta ha di wilayah Jawa dan luar Jawa.

”Untuk merealisasikan kebijakan ini, pemerintah akan mengalokasikan anggaran biaya tambahan sebesar Rp5,8 triliun,” kata Amran.

Mentan berharap komunikasi dan juga kolaborasi antar pihak terus dilakukan untuk memperkuat peran petani yang tengah berjuang melakukan produksi. Salah satunya pengawasan anggaran pompa dan benih untuk petani.

“Tolong jangan putus komunikasi pak Dandim, kepala Balai, Kajari, Kapolres, Dirjen, Kadis dan lain-lain. Ini kita lakukan supaya gerakan pompa ini berjalan massif di seluruh Indonesia. Pak Kadis minta tolong kerja sama dengan pak Aster (Asisten Teritorial). Kami ada anggaran Rp2 triliun untuk maksimalkan pertanaman,” katanya.

Menurut Mentan, pompanisasi adalah solusi cepat yang harus dilakukan untuk memperkuat ketahanan pangan nasional. Sementara itu, dari peta yang ada saat ini, wilayah Jawa Timur memiliki ribuan hektare yang harus terairi dengan baik, sehingga pertanamannya bisa ditingkatkan.

“Solusi cepat untuk menangani El Nino saat ini adalah melakukan pompanisasi pada sungai sungai yang tidak kering. Kalau kita bangun cetak sawah butuh waktu panjang, sedangkan saat ini kita butuh pangan. Jawa Timur ada ribuan hektare yang bisa kita airi dan dekat dengan Bengawan Solo. Insya Allah kami siapkan pompa untuk ini,” katanya.

Pj. Bupati Bojonegoro, Adriyanto mendukung penuh upaya kementerian pertanian dalam memaksimalkan pompanisasi pada lahan-lahan kering di Jawa Timur. Apalagi, kata dia, Kabupaten Bojonegoro selama ini adalah penghasil beras terbesar ketiga untuk wilayah Jatim.

“Bojonegoro ini daerah terbesar ketiga produksi padi di Jatim. Namun kami punya tantangan besar karena kalau musim hujan resikonya banjir dan kalau musim kering seperti ini resikonya sangat panjang hingga 8 bulan. Tapi kami berupaya menjaga produksi maksimal dimana angka pada 2023 mencapai 705 ribu ton. Jadi kami mendukung penuh pompanisasi yang dilakukan,” jelasnya. YR

ABT Buat Peningkatan Produksi Pangan

Anggaran Belanja Tambahan (ABT) sebesar Rp5,83 triliun yang diterima Kementerian Pertanian (Kementan) akan digunakan  untuk peningkatan produksi pangan dan antisipasi krisis pangan akibat El Nino.

Saat meninjau area pompanisasi di Kabupaten Grobogan, Mentan Amran Sulaiman menyampaikan, tambahan anggaran tersebut dilakukan untuk mendukung upaya khusus percepatan tanam dan peningkatan produksi padi dan jagung.

“Ada tambahan ABT (Anggaran Belanja Tambahan) Rp5,8 triliun. Jadi, ada hikmah di balik El Nino. Petani mendapatkan insentif berupa pompa, benih, bibit unggul untuk padi dan jagung,” kata Amran di Desa Bringin, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan.

Mentan mengatakan, penambahan anggaran pupuk bersubsidi juga sudah disetujui Presiden Joko Widodo dan diharapkan dapat segera terealisasi.

Hal ini juga disusul kabar akan terbitnya surat keputusan Menteri Keuangan, tentang anggaran biaya tambahan pupuk bersubsidi 2024, sebesar Rp14 triliun dalam waktu dekat.

“Ini berita baik untuk petani. Mudah-mudahan dalam waktu dekat SK pupuk segera keluar. Yang dulunya kuota pupuk bersubsidi hanya 50% atau 4,7 juta ton, sekarang ini sudah disetujui Bapak Presiden naik menjadi 9,5 juta ton. Dalam waktu dekat SK-nya turun, dan kami tindak-lanjuti ke Gubernur dan Bupati se-Indonesia” katanya.

Dalam setiap kesempatan Amran mremang selalu mengatakan bahwa saat ini Indonesia dalam kondisi darurat pangan. Anggaran tambahan baik untuk peningkatan produksi pangan maupun penambahan kuota pupuk bersubsidi diharapkan dapat menjadi langkah strategis pemerintah Indonesia dalam mengantisipasi dampak fenomena alam El Nino dan perubahan iklim yang melanda hampir seluruh dunia.

Kunjungi Lokasi Banjir

Sementara itu saat mau mengunjungi lokasi banjir di Kendal, Mentan Amran berangkat Subuh dari Semarang dan tiba di lahan sawah milik Kelompok Tani Sido Makmur IV di Desa Turun Rejo, Kecamatan Brangsong Kabupaten Kendal pukul 05.52 WIB.

Saat berdialog langsung dengan petani dan aparat pemerintah Kabupaten dan desa di sana, Mentan Amran gerak cepat menyalurkan berbagai bantuan yang dibutuhkan petani terdampak banjir agar aktivitas produksi tetap berjalan dan petani tidak mengalami kerugian yang mendalam.

“Kita datang, mau melihat langsung kondisi lapangan.  Kita akan berikan bantuan pompa dan combine harvester. Insya Allah alat panen combine harvester ini tiba sore nanti,” jelasnya.

Selanjutnya, Mentan Amran mengaku telah meminta jajarannya di Kementan agar segera menyalurkan benih gratis. “Yang kedua adalah benih yang 1000 ha kita ganti dan gratis,” tegasnya.

Mentan Andi Amran Sulaiman tinjau banjir.

Amran berjanji akan memberi solusi permanen berupa pompanisasi dan perawatan saluran. Dia mengatakan, mesin pompa tersebut dapat dimaksimalkan untuk segera menyedot air banjir yang menggenangi areal persawahan. Selain mesin pompa, solusi juga diberikan dengan melibatkan BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) berupa teknologi untuk memodifikasi hujan.

“Kita berikan solusi permanen, ada lima pompa kita akan pasang disini, dan selanjutnya adalah BNPB, beliau akan membuat semacam teknologi yang dapat memodifikasi hujan atau cuaca, sehingga hujannya bisa di arahkan ketempat lain,” terang Mentan Amran.

Melengkapi bantuan yang disalurkan tersebut, Mentan Amran menyebut akan memberi berbagai jenis bantuan alat mesin pertanian bantuan pemerintah secara gratis. Amran berpesan agar bantuan-bantuan tersebut dapat dikelola dan dimanfaatkan bersama oleh petani disekitar wilayah Kendal.

Sebagai informasi, Kendal menjadi kabupaten yang lahan persawahannya paling parah terdampak akibat banjir yang tak kunjung surut. Bahkan sebagian besar areal persawahan tersebut tengah bersiap untuk panen raya. Untuk itu Mentan Amran menekankan agar Bulog setempat segera menyerap maksimal hasil gabah petani yang terdampak banjir. YR