Pernyataan Hartono Usai Dilantik Jadi Kepala BRGM

Presiden Joko Widodo memberi selamat pada Kepala BRGM Hartono usai pelantikan, Rabu (23/12/2020)

Presiden Joko Widodo melantik Ir. Hartono, M.Sc sebagai Kepala Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM), Rabu (23/12/2020).

Pelantikan ini sekaligus menandai perpanjangan masa bakti Badan Restorasi Gambut (BRG) dan penambahan tugasnya.

Hartono atau akrab dipanggil Pak Har sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris BRG. Dia adalah birokrat karir yang sebelum bergabung di BRG bertugas di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Dilahirkan di Ngawi, Jawa Timur 58 tahun yang lalu, Pak Har pernah mengurus rehabilitasi hutan dan lahan dan pengelolaan konservasi di Indonesia.

“Di beberapa lokasi, ekosistem gambut terhubung dengan mangrove sehingga perlindungan mangrove sekaligus melindungi ekosistem gambut juga. Kita harus memahami karakteristik kedua ekosistem ini dengan baik. Kerusakan terjadi karena pemanfaatan yang tidak sesuai dengan karakteristik gambut dan mangrove. Apalagi baik gambut dan mangrove juga menjadi bagian dari ekosistem yang sangat perlu dilindungi,” ucap Hartono.

Dia menambahkan bahwa BRGM siap bersinergi dengan Kementerian terkait dan Pemda serta para pihak lain, utamanya masyarakat yang selama ini sudah menunjukkan kesadaran yang makin baik.

Untuk diketahui, BRG dibentuk dengan Peraturan Presiden Nomor 1 Tahun 2016.

BRG mempunyai tugas mengkoordinasi dan memfasilitasi restorasi gambut di 7 provinsi, yaitu Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan dan Papua.

Dalam perjalannya pemerintah memandang upaya percepatan restorasi gambut perlu dilanjutkan.

Salah satu pertimbangannya adalah karena pemerintah telah menetapkan kebijakan pencegahan kebakaran hutan dan lahan secara permanen termasuk di areal gambut.

Di samping itu, pemerintah juga telah menetapkan kebijakan pemulihan mangrove melalui rehabilitasi. Diperlukan percepatan implementasi pelaksanaannya sehingga BRG diberikan tambahan tugas untuk ini. Presiden pun memutuskan BRG menjadi Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM).

Dalam tugas baru BRGM ini, upaya percepatan dilakukan pada 1,2 juta hektare ekosistem gambut dan 600 ribu mangrove. Selain pada 7 provinsi yang sudah jadi target restorasi gambut, BRGM juga akan bekerja pada 6 provinsi baru, khususnya untuk mangrove.

Keenamnya adalah Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Bangka Belitung, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, dan Papua Barat.

Sugiharto